Kamis, 16 Juni 2016

ISD Seminar Teknik industri " Total Productive Maintenance (TPM) Penerapan TPM dalam meningkatkan kuantitas produk dan efisiensi produksi"

NAMA  : SHIDIQ CATUR SAPUTRA
NPM       : 36415537
KELAS     : 1ID08
MATKUL: ILMU SOSIAL DASAR

TUGAS  : LAPORAN HASIL DARI SEMINAR


Total Productive Maintenance (TPM)
Penerapan TPM Dalam Meningkatkan Kuantitas produk dan Efisiensi Produksi

Seminar Total Productive Maintenance (TPM) : Penerapan TPM dalam meningkatkan kuantitas produk dan efisiensi produksi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Indutri Universitas Gunadarma pada Tanggal 2 APRIL 2016 Di Auditorium Kampus J1,Lt.6 Ruang 7 Univeritas Gunadarma,Kalimalang pada Pukul 13:00 – 16:00 .Dalam Seminar tersebut ada dua pembicara atau narasumber utamanya yaitu : selaku narasumber 1 Bapak ANDRIE WIBOWO  “Leader Pilar Education Training PT Indopoly Swakarsa Industry “  dan Nrasumber 2 Bapak RUDY NOVISYAL “Promotor TPM PT Kalbe Farma “  Seminar ini diikuti oleh sekitar 250 Mahasiswa Teknik Industri Universitas Gunadarma dari berbagai region.
Seminar TPM ini bertujuan untuk dapat mengetahui pemahaman Total Productive Maintenance, dapat mengetahui bagaimana cara-cara untuk melakukan pemeliharaan mesin dan peralatan produksi, dapat mengetahui Six Big Losses, serta dapat mengetahui penerapan TPM didalam Industri.
Seminar TPM dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”, setelah itu dilanjutkan dengan penyambutan peserta yang dilakukan oleh pewakilan jurusan yaitu Ibu Nurjannah, ST., MT., yang juga merangkap sebagai moderator seminar TPM, kemudian sambutan dilanjutkan oleh Valentinus Donna selaku ketua pelaksana, lalu sambutan dilanjutkan kembali oleh ketua HMTI-UG yaitu Feby Dwika Ramdhan. Ketiga sambutan yang telah disampaikan dirasa cukup membakar semangat peserta, hal ini terlihat dari antusias peserta ketika melakukan “Salam Industri” yang dipimpin oleh ketua HMTI-UG di akhir sambutannya.





           Total Productive Maintenance (TPM) hubungan kerjasama yang erat antara perawatan dan organisasi produksi secara menyeluruh bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi, mengurangi weast, mengurangi biaya produksi, meningkatkan kemampuan peralatan dan pengembangan dari keseluruhan sistem perawatan pada perusahaan manufaktur


TPM merupakan pencapaian efisiensi pemeliharaan mandiri melalui satu sistem yang lengkap berdasarkan keikut sertaan seluruh karyawan. Selain itu, TPM gabungan dari beberapa ilmu tingkah laku (manusia dan mesin), rekayasa sistem, ekologi (perubahan mesin), dan logistik.


TPM dirancang untuk mencegah terjadinya suatu kerugian karena terhentinya aktivitas produksi, yang disebabkan oleh kegagalan fungsi dari suatu peralatan (mesin) , kerugian yang disebabkan oleh hilangnya kecepatan produksi mesin yang diakibatkan oleh kegagalan fungsi suatu komponen tertentu dari suatu mesin produksi ,dan kerugian karena cacat yang disebabkan oleh kegagalan fungsi komponen atau mesin produksi. Jadi dapat di simpulkan secara sederhana bahwa tujuannya diaplikasikannya TPM adalah untuk mengoptimalkan efisiensi sistem produksi secara keseluruhan melalui aktivitas pemeliharaan dan perbaikan secara terorganisir.


Pada dasarnya, masalah pemeliharaan dan perbaikan sudah timbul sejak pemilihan instalasi atau peralatan. Hal ini disebabkan karena suatu sistem pemeliharaan dan perbaikan hanya dapat dilakukan dengan baik dan benar jika sekurang-kurangnya telah dipahami prinsip kerja dan karakteristik instalasi, konstruksi dan filsafat perancangannya, bahan dan energi yang digunakan, serta jumlah dan kualifikasi operator dan teknisi yang menanganinya. Dimana system pemeliharaan dan perbaikan meliputi semua usaha untuk menjamin agar instalasi senantiasa dapat berfungsi dengan baik, efisien dan ekonomis, sesuai dengan spesifikasi dan kemampuannya. Sementara disisi lain hal yang perlu diperhatikan bahwa biaya pemeliharaan dan perbaikan haruslah dapat ditekan seminimal mungkin


SASARAN TPM




Tujuan Total Productive Maintenance:
1.Bertujuan untuk mencapai mencapai zero defect, zero breakdown, dan zero accident.
2.Mengkolaborasikan dan melibatkan seluruh operator , maintenance staff, dan production engineering staff yang terkait dalam pertanggungjawaban permesinan , serta seluruh karyawan pada umumnya.
3. Fokus pada pengurangan defect dan self maintenance.
4. Menuntut operator untuk dapat mengatasi kerusakan ringan yang terjadi pada mesin sehingga tidak terjadi kerusakan mesin kronis.

Pilar-pilar TPM

Ahuja dan Kahamba (2008) berpendapat bahwa TPM akan memberikan jalan untuk memperoleh kesempurnaan dalam hal perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengawasan (monitoring), dan pengaturan (controlling) melalui metode delapan pilar yang terdiri dari pemeliharaan mandiri (autonomous maintenance), perbaikan yang focus (focused Improvement), pemeliharaan terencana (planned maintenance), pemeliharaan yang berkualitas (quality maintenance), pendidikan dan pelatihan (education and training), manajemen pengembangan (development management), keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (safety, health, and environment), dan TPM office (office TPM). Pilar-pilar tersebut adalah seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini.







Dalam pilar-pilar tersebut diatas dapat dijelaskan secara singkat maksud dan pengertian dari masing-masing item yang terkandung didalam table atau gambar tersebut.
1.      Autonomous Maintenance atau dalam bahasa jepang Jishu Hosen  adalah pemeliharaan yang independent yang artinya pekerjaan maintenance yang biasanya dilakukan oleh bagian maintenance dapat dialihkan ke bagian produksi dan harus sesuai dengan kapasitasnya sebagai supporting maintenance, yang bertujuan meningkatkan kemampuan operator dalam merawat peralatan dan terlibat dalam proses perbaikan yang terkait dengan spek produksi dengan perbaikan pada operasi dan manajemen peralatan yang termasuk dalam lingkup gerakan 5S. 5S yaitu:
a.       Seiri (clearing up): Menyingkirkan benda-benda yang tidak diperlukan.
b.      Seiton (organazing): Menempatkan benda-benda yang diperlukan dengan rapi.
c.       Seiso (cleaning): Membersikan peralatan dan tempat kerja.
d.      Seikatsu(standarizing): Membuat standar kebersihan, pelumasan dan inspeksi.
e.       Shitsuke (training and discipline): Meningkatkan skill dan moral.
2.      Focused equipment and proses improvement (Kobetsu Kaizen) adalah perbaikan secara terus menerus atau berkesinambungan dalam tiap aspek penting department yang menjalankan yang bertujuan untuk meminimalisir berbagai kerugian atau losses untuk mendapatkan hasil efektifitas yang lebih baik dalam bentuk OEE, baik dengan perbaikan metode kerja ataupun standar proses dan mesin.
3.      Planned Maintenance bertujuan untuk mengontrol kerusakan dari peralatan produksi setelah jam kerja produksi yang cukup lama sebelum terjadinya kerusakan yang lebih parah yang dasar pelaksanannya dengan menggunakan history atau pengalaman-penagalaman sebelumnya.
4.      Quality Maintenance adalah sistem pengaturan terhadap kualitas yang bertujuan untuk memiliki pengetahuan dan standar untuk membuat produk yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, sehingga penyimpanagan kualitas dalam proses dapat segera untuk diperbaiki dengan mengaitkan faktor-faktor dalam proses seperti 4 M yaitu Manusia, Mesin, metode, dan Material.
5.      Education and training adalah suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan skill atau kemampuan dari setiap personil terhadap suatu bidang kerjanya. Salah satu bentuk training adalah training 5S, pengoperasian mesin baru, dan teknik perawatan yang baik dan program training lainnya.
6.      Development management adalah yang berkaitan dengan pengembangan mesin untuk efektifitas yang tinggi serta proses cepat untuk pengembangan produk baru.
7.      Safety, Health, and Environment terkait dengan masalah kesehatan, keselamtan, dan kenyamanan lingkungan dalam bekerja dalam hal pemakaian alat pelindung kerja dan penerapan tanda-tanda yang menunjukkan area atau proses yang berbahaya yang beresiko untuk mencapai zero accident.
8.      Office TPM adalah terkait dengan peran administrasi dalam pengumpulan dan penyajian data yang diperlukan tiap departemen untuk pengambilan keputusan lebih lanjut, serta kantor yang berorientasi untuk dukungan ang sangat baik serat meningkatkan efisiensi jam kerja operator.

Efisiensi adalah ukuran yang menunjukkan bagaimana sebaiknya sumber-sumber daya digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan output.  Efisiensi merupakan karakteristik proses mengukur performansi aktual dari sumber daya relatif  terhadap standar yang ditetapkan Sedangkan efektivitas merupakan karakteristik lain dari proses mengukur derajat pencapaian output dari sistem produksi. Efektivitas diukur dari aktual output rasio terhadap output direncanakan. Dalam era persaingan bebas saat ini pengukuran sistem produksi yang hanya mengacu pada kuantitas  output semata akan dapat menyesatkan karena pengukuran ini tidak memperhatikan karakteristik utama dari proses yaitu: kapasitas, efisiensi dan efektivitas.Menggunakan mesin/peralatan seefisien mungkin artinya adalah memaksimalkan fungsi dari kinerja mesin/peralatan produksi dengan tepat guna dan berdaya guna. Untuk dapat meningkatkan produktivitas mesin/peralatan yang digunakan maka perlu dilakukan analisis produktivitas dan efisiensi mesin/peralatan.
! Enam kerugian besar akibat downtime (Six Big Losses)
ü  Kerugian karena mesin berhenti
1.      Kerusakan peralatan : diakibatkan oleh kerusakan yang tidak terduga
2.      Setup dan penyesuaian.
ü  Kerugian karena memperlambat produksi.
3.      Berhenti sebentar atau tiba-tiba berhenti
4.      Pengurangan kecepatan (Reduce Speed). Kerugian karena kecepatan mesin lambat.
ü  Kerugian karena produksi menghasilkan produk rusak.
5.      Cacat dalam proses (Deffect in process)
6.      Berkurangnya hasil produksi (Reduce yield). Kerugian antara saat produk dimulai hingga produksi berlangsung lancer/stabil.
! faktor terjadinya penyimpangan kualitas hasil kerja maka orang akan selalu mendapatkan bahwa ada 5 faktor penyebab utama signifikan yang perlu diperhatikan, yaitu:
  1. Manusia (Man)
  2. Metode Keja (Work Method)
  3. Mesin (Machine)
  4. Bahan Baku (Raw Material)
  5. Lingkungan Kerja (Work Enviroment)



REFERENSI :
1. http://www.academia.edu/6872786/Total_Productive_Maintenance 
2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/11947/1/10E00402.pdf 



SERTIFIKAT SEMINAR













































 

Sabtu, 26 Maret 2016

Tugas ISD II Observasi MASALAH SOSIAL TENTANG TUKANG SAMPAH

MASALAH SOSIAL TERHADAP TUKANG SAMPAH


NAMA    : SHIDIQ CATUR S
NPM       : 36415537
KELAS   : 1ID08
MATKUL :ILMU SOSIAL DASAR


KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT karena tak ada satupun makhluk didunia ini yang pantas medapatkan pujian melebihi diri-Nya, serta shalawat dan salam tercurahkan hanyalah untuk baginda tercinta kita Nabi besar Muhammad SAW, seorang luar biasa yang senantiasa menjadi inspirasi dan semangat penulis dalam menjalani kehidupan ini.
Dalam  menyusun laporan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah ISD (Ilmu Sosial Dasar). Adapun judul laporan Observasi adalah Masalah Sosial mengenai Tukang sampah.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga penulisan laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktnya. Penulisan laporan observasi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi sempurnanya penulisan laporan observasi ini. 
Semoga penulisan laporan ini dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jakarta,27 Maret 2016

Penulis




PENDAHULUAN
Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar.Menurut kamus istilah lingkungan.
F  sampah dibedakan menjadi:
1.     Sampah organik/basah
Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.
2.    Sampah anorganik/kering
Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami.
3.     Sampah berbahaya
Contoh : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll.
Permasalahan sampah di kota-kota besar antara lain semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, kurangnya tempat sebagai pembuangan sampah, sampah sebagai tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus, menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air, dan udara, menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.


PEMBAHASAN / ISI
Kesadaran manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat berkurang, seperti membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan banjir,banyaknya penyakit yang timbul dari sampah tesebut
Kondisi dan keadaan yang membuat mereka memilih menjadi Tukang Sapu & Tukang sampah sehari hari yang senantiasa selalu bekerja membersihkan lingkungan sekitar, dengan harapan mendapatkan sedikit rezeki yang bisa dibawa pulang ke rumah untuk menyambung hidup. membuat mereka menerima semua pemberian tuhan dan mejalankan kewajiban mereka demi keluarganya. Mungkin ini memang jalan yang harus dipilih, walaupun menjadi profesi yang lebih baik jika ada pastilah akan dipilihnya.
   Sehingga pekerjaan yang berat terasa ringan dan nikmat ia jalani, seakan tak ada beban ataupun malu dalam hidup mereka. Mereka memilih pekerjaan ini memang karena kondisi yang membuat mereka harus menerimanya. Tidak semua orang bisa menerima keadaan ini, hanya orang-orang yang berjiwa besar lah yang tetap menjalani hidup dengan optimis dan selalu bersyukur bagaimana keadaannya.
Padahal tukang sampah adalah pahlawan kita.Pahlawan lingkungan.Suatu pekerjaan mulia. Walaupun pendapatan mereka tak sebanding dengan pekerjaan tukang sampah harian di rumah saya sering sekali absen dengan alasan sakit. Semoga kita bisa lebih menghargai jasa tukang sampah.tetapi jika tukang sampah tidak datang selama 2 atau 3 hari saja. Apa akibatnya? Lingkungan menjadi terlihat kotor ,jorok dan kumuh yang menjadi tempat berkembangnya hewan dan Sampah yang membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan kita ,itu menunjukkan begitu pentingnya sosok seorang tukang sampah. Keberadaannya diperlukan, ketidakhadirannya dirindukan. Semua orang memerlukannya jasanya.





Wawancara bersama seorang tukang sampah
Ketika kami bertanya kepada pak iing , kenapa bapak mau jadi profesi tukang sampah ?  karena keadaan ekonomi dek” , dan membersihkan sampah/menggangkut tempat sampah ke rumah warga pekerjaan mulia ,ia dengan ikhlas menjalani pekerjaannya, walau berpanas-panasan  hanya untuk menafkahi keluarganya. Saya bekerja menjadi  tukang sampah sudah 3 tahun karena kurangnya keahlian dan susahanya untuk melamar pekerjaan membuat saya memilih menjadi tukang sampah sampai saat ini . Dilingkungan tempat saya tinggal bapak ini di beri upah perbulan minimal 15 ribu perkepala keluarga .saya bertanya “sampah-sampah ini dibuang kemana pak? “sampah-sampah ini dikumpulkan dahulu dengan yang lain di pinggir jalan sebelum Truck penggangut sampah diangkut semua sampahnya, mobil penggangut sampah beroprasi seminggu 2X yaitu dihari rabu dan minggu saja .                                                                                                              


 Foto ini diambil didaerah tempat tinggal saya


Kejadian yang menyebabkan banyaknya sampah didaerah tempat tinggal saya seperti foto diatas:
1.  Kurangnya jumlah tempat-tempat sampah di tempat-tempat umum, pembagian tempat sampah sendiri harus dipisahkan mana yang organik dan mana tempat sampah untuk anorganik agar sampah mudah untuk diolah nantinya.
2.   Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang
3. Kurangnya slogan-slogan yang menjelaskan mengenai manfaat lingkungan yang bersih dan larangan untuk membuang sampah 
4. Sampah berserakan  &gerobaknya  ditaruh  dipinggir jalan sebagai tempat penampungan sementara yang menggakibatkan bau tak sedap,penyakit, jalanan menjadi kotor&sempit dikarenakan mobil penggangut sampah ke TPA beroprasi 2x. 




ini diambil di daerah banjir kanal timur
dinas kebersihan sedang membersihkan&menggangkut semua sampah yang ada di bkt 


.


Solusi agar masalah sampah biasa teratasi adalah sebagai berikut.
1. Semuanya dimulai dari diri kita sendiri yaitu dengan menanamkan dalam diri dan hati kita untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan selalu berusaha untuk hidup bersih dan sehat.
2. Budayakan untuk melakukan kerja bakti di lingkungan Anda minimal 1 bulan 2 kali sehingga toleransi dan kehangatan bisa terbentuk dengan baik antar tetangga. 
3. Memanfaatkan kembali barang bekas seperti, botol, plastik, kaca agar mengurangi sampah-sampah yang ada.


KESIMPULAN
Kesimpulan kami mengenai hasil dari observasi ini, bahwa kehidupan para tukang sampah Pekerjaan menjadi tukang sampah bukanlah pekerjaan hina seperti yang selama ini kita bayangkan. Karena kami melihat dan merasakan bahwa sistem pekerjaan mereka mengandung unsur kekeluargaan dan gotong royong dan faktor yang menyebabkan mereka berprofesi sebagai tukang sampah yaitu faktor ekonomi, keterbatsan pendidikan dan keterbatasan modal.keberadaan tukang sampah sangatlah membantu masyarakat dalam upaya membersihkan lingkungan dan daerahnya. Meski cukup memberi jasa terhadap masyarakat sekitar, namun perhatian masyarakat terhadap tukang sampah relative kecil. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada semuanya bahwa jasa tukang sampah sangatlah berharga dalam membantu membersihkan tempat tinggal dan lingkungan kita.


SARAN
 Pengendalian sampah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah dan membuat peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya nya dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dari pekerjaan tukang sampah.





Kamis, 17 Maret 2016

ILMU SOSIAL DASAR (ISD) KENAKALAN REMAJA"NARKOBA" .(NAMA:SHIDIQ CATUR S .NPM:36415537 .KELAS:1ID08 )

KENAKALAN REMAJA
(PENYALAHGUNAAN NARKOBA&OBAT TERLARANG)


NAMA            : SHIDIQ CATUR SAPUTRA
NPM               : 36415537
KELAS           : 1ID08
MATKUL        : ILMU SOSIAL DASAR

Narkoba dan zat adiktif adalah obat-obat terlarang yang pemakaiannya hanya boleh dilakukan secara medis dan tidak untuk disalahgunakan. Di Indonesia khususnya sudah banyak penyalahgunaan penyalahgunaan zat adiktif tersebut secara hukum ini harus benar-benar ditindak dengan jelas dan tidak boleh diremehkan.Ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : adanya perdangan narotika secara bebas melalui bandar bandar,pengaruh dari lingkungan sekitar atau teman. Berada pada lingkungan yang buruk dan tidak bagus yang didalam lingkungan itu terdapat orang orang pengguna dan Bandar serta masyarakat yang berpendidikan rendah. persepsi bahwa narkoba&semacemnya dapat menghilanggan stress dan pusing kepala. Ini adalah suatu masalah sosial yang tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus ada penanganan secara maksimal demi menyelesaikan maslah ini.


Penyebab Penyalahgunaan Narkoba atau sejenisnya adalah kegagalan yang di alami dalam kehidupan, tidak memiliki rasa percaya diri ataupun kurang mendapat kasih sayang orang tua dapat menyebabkan timbulkan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Misalnya saja, orang tua yang terbilang sukses dalam berkarir tetapi kurang memberi perhatian kepada keluarga, adanya perselisihan di keluarga hingga mengalami kehancuran, pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat, kurangnya siraman agama untuk memerangi narkoba upaya yang perlu di lakukan adalah membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal - hal yang positif dan bermanfaat kepada para remaja.Maka dari itu, bila seseorang ingin terhindar dari narkoba, harus dapat menjauhkan dirinya dari hal - hal yang memungkinkan untuk mencoba dan bersentuhan dengan narkoba
Ciri-ciri dari pecandu&kecanduan antara lain kejang,sakit perut, badan gemetar, muntah - muntah, mata dan hidung berair, hilangnya nafsu makan dan hilangnya / berkurangnya berat badan. Penggunaan narkoba dapat menghilangkan kesadaran pemakainya, menyebabkan paranoia ( linglung ), juga dapat membuat pemakainya menjadi ganas dan liar sehingga dapat mengganggu ketentraman di masyarakat.
Para pecandu narkoba suka mencari sensasi, hiperaktif, mudah kecewa, cenderung agresif, dan destruktif. Selain itu, ia juga kurang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler ,kurang cerdas,suka memberontak terhadap peraturan,dan suka berbohong. Untuk mendapatkan barang - barang haram itu, di perlukan tidak sedikit biaya, sehingga dapat menimbulkan perbuatan - perbuatan kriminal seperti pencurian, perampasan ataupun pertengkaran dan tidak sedikit pula yang menimbulkan pembunuhan.
Pencegahan dan penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba antara lain Membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal - hal positif dan bermanfaat, Selektif dalam memilih teman, Selektif dalam memilih makanan dan minuman, Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat, Membentuk kelompok - kelompok kecil yang saling mengingatkan,  jangan berhenti berdoa dan berharap kepada Tuhan, jangan jauhi dia, dengar keluhannya dengan sabar namun tetap waspada. Ajak dia untuk berdoa agar dia diberikan kekuatan, ketabahan, dan cara untuk melepaskan diri dari narkoba dan direhabilitasi psikologis untuk memulihkan  mengembalikan kepercayaan dirinya sebagai anak yang baik, berguna, dan diterima keluarga atau dikalangan masyarakat
           

Kebiasaan menggunakan narkoba di kalangan remaja amat membahayakan baik dunia pendidikan,kesehatan &sosia .penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.  Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum yang tidak bertanggung jawab.Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba dengan mencegah terjerumusnya para penerus bangsa tersebut ke dunia Narkoba, maka campur tangan dan tanggung jawab orang tua memegang peranan penting di sini. Karena baik atau buruknya perilaku anak sangat bergantung bagaimana orang tua menjadi teladan bagi putra-putrinya.        
sebaiknya kalangan remaja sekarang harus dibina diluar dan didalam supaya tidak terjerumus ke dalam narkoba dan yang paling berperan penting disini ialah Orang Tua. Manakala orang tua tidak peduli dengan pergaulan anak-anaknya, maka sudah dipastikan anak tersebut akan terjerumus kedalam narkoba dan apabila sudah terjerumus akan sangat berbahaya, Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.